Tampilkan postingan dengan label PORTOPOLIO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PORTOPOLIO. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2012

INFEKSI NOSOKOMIAL


PORTOFOLIO
INFEKSI NOSOKOMIAL

Oleh:
TEGAR GALIE PREHATINI



POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN SUBARAYA
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN TUBAN
Jl. Dr. wahidin Sudiro Husodo No. 2 Tuban
2011/2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.      DEFINISI
Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Sedangkan infeksi nosokomial adalah Infeksi yang didapat atau timbul pada waktu pasien dirawat di Rumah Sakit. Infeksi nosokomial biasanya terjadi setelah pasien dirawat minimal 3 x 24 jam di rumah sakit atau 72 jam yang menunjukan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit, dan infeksi yang baru menunjukan gejala setelah 72 jam pasien berada di rumah sakit baru disebut infeksi nosokomial.
Infeksi ini bisa saja ini merupakan persoalan serius yang dapat menjadi penyebab langsung atau tidak langsung terhadap kematian pasien. Mungkin saja di beberapa kejadian, Infeksi Nosokomial tidak menyebabkan kematian pasien.. Akan tetapi ia menjadi penyebab penting pasien dirawat lebih lama di Rumah Sakit.
Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection, sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya.
Untuk penderita yang setelah keluar dari rumah sakit kemudian timbul tanda-tanda infeksi, baru dapat digolongkan sebagai infeksi nososkomial apabila infeksi tersebut dapat dibuktikan berasal dari rumah sakit. Tidak termasuk infeksi nosokomial yaitu keracunan makanan yang tidak disebabkan oleh produk bakteri.
 
2.      BAKTEREMIA NOSOKOMIAL
Bakteremia Nosolomial adalah bakterimia yang terjadi setelah tindakan invasive (intrumentasi) yang dilakukan di rumah sakit. Yang meliputi:
a.       Tranfusi darah/pemberian cairan parenteral
b.      Pungsi lumbal
c.       Pungsi sumsum tulang
d.      Kateterisasi buli-buli/vena
e.       Intubasi endotrakeal/ pemasangan respirator
f.       Biopsy
g.      Tindakan bedah
h.      Endoskopi dll.
Bakteremia baru terjadi sesudah penderita dirawat di rumah sakit selama 3 x 24 jam atau lebih.

Khusus untuk neonatus :
a.       Bila didapat lebih dari 3 hari pada partus normal
b.      Bila lebih dari 5 hari pada partus patologik
c.       Bila didapat adanya port d’entree yang jelas, merahnya luka bekas infus, luka bekas tusukan jarum, luka bekas forsep, vakum dan lain-lain.
Diagnosis bakteremia sebaiknya didasarkan atas data klinis dan data laboratorium.

 
BAB II
PEMBAHASAN

1.      RANTAI PENULARAN
Infeksi nosokomial mulai dengan penyebab, yang ada pada sumber. Kuman keluar dari sumber melalui tempat tertentu, kemudian dengan cara penularan tertentu misalnya melalui alat, lalu masuk ke tempat tertentu di pasien lain. Karena banyak pasien di rumah sakit rentan terhadap infeksi (terutama orang yang mempunyai sistem kekebalan yang lemah), mereka dapat tertular dan jatuh sakit ‘tambahan’. Selanjutnya, kuman penyakit ini keluar dari pasien tersebut dan meneruskan rantai penularan lagi.
Sumber penularan dan cara penularan terutama melalui;
a.       Tangan dan dari petugas kesehatan maupun personil kesehatan lainnya,
b.      Jarum injeksi,
c.       Kateter Intra Vena,
d.      Kateter urin,
e.       Kasa pembalut atau perban,
f.       Cara yang salah ketika menangani luka,
Infeksi nosokomial ini pun tidak hanya mengenai pasien saja, tetapi juga dapat mengenai seluruh personil rumah sakit yang berhubungan langsung dengan pasien maupun penunggu dan para pengunjung pasien.
Untuk pencegahannya diperlukan antibiotik yang lebih poten atau suatu kombinasi antibiotik. Semua kondisi ini dapat meningkatkan resiko infeksi kepada si pasien.

2.      SUMBER INFEKSI NOSOKOMIA
a.      Petugas kesehatan,
b.      Pasien yang lain,
c.       Alat dan bahan yang digunakan untuk pengobatan maupun dari lingkungan Rumah Sakit 

 3.      FAKTOR YANG DAPAT BERESIKO TERKENA INFEKSI NOSOKOMIAL
Infeksi nosokomial sering disebabkan karena infeksi dari kateter urin, infeksi jarum infus,jarum suntik, infeksi saluran nafas, infeksi kulit, infeksi dari luka operasi dan septikemia. Selain itu pemakaian infus dan kateter urin yang lama tidak diganti-ganti, juga menjadi penyebab utamanya. Di ruang penyakit, diperkirakan 20-25% pasien memerlukan terapi infus.
Ada berbagai komplikasi kanulasi intravena yang berupa gangguan mekanis, fisis dan kimiawi
Faktor yang dapat beresiko terkena infeksi nosokomial, antara lain:
a.       Pasien dengan umur tua,
b.      Pasien yang berbaring lama (bed rest),
c.       Tindakan seperti prosedur diagnostik invasif,
d.      Infus atau kateter urin yang sudah lama dan tak diganti yang lama,
e.       Pasien dengan penyakit tertentu yaitu penyakit yang memerlukan kemoterapi,
f.       Pasien dengan penyakit yang sangat parah, penyakit keganasan, diabetes, anemia, penyakit autoimun,
g.      Pasien dengan penggunaan imuno supresan atau steroid didapatkan bahwa resiko terkena infeksi lebih besar.

4.      FAKTOR PENYEBAB PERKEMBANGAN INFEKSI NOSOKOMIAL
Agen Infeksi
Pasien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia rawat di rumah sakit. Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu menimbulkan gejala klinis karena banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada:
-          karakteristik mikroorganisme,
-          resistensi terhadap zat-zat antibiotika,
-          tingkat virulensi,
-          banyaknya materi infeksius.
Semua mikroorganisme termasuk bakteri, virus, jamur dan parasit dapatmenyebabkan infeksi nosokomial. Infeksi ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang didapat dari orang lain (cross infection) atau disebabkan oleh flora normal dari pasien itu sendiri (endogenous infection). Kebanyakan infeksi yang terjadi di rumah sakit ini lebih disebabkan karena faktor eksternal, yaitu penyakit yang penyebarannya melalui makanan dan udara dan benda atau bahan-bahan yang tidak steril. Penyakit yang didapat dari rumah sakit saat ini kebanyakan disebabkan oleh mikroorganisme yang umumnya selalu ada pada manusia yang sebelumnya tidak atau jarang menyebabkan penyakit pada orang normal.

5.      TIPE MIKROORGANISME PENYEBAB INFEKSI
Penyebab infeksi dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:
a.       Bakteri
Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. Ratusan spesies bakteri  dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia dan dapat hidup didalamnya, bakteri bisa masuk melalui udara, air, tanah, makanan, cairan dan jaringan tubuh dan benda mati lainnya.
Contohnya Escherichia coli paling banyak dijumpai sebagai penyebab infeksi saluran kemih. Bakteri patogen lebih berbahaya dan menyebabkan infeksi baik secara sporadik maupun endemik. Contohnya:
-          Anaerobik Gram-positif, Clostridium yang dapat menyebabkan gangrene
-          Bakteri gram-positif: Staphylococcus aureus yang menjadi parasit di kulit dan hidung dapat menyebabkan gangguan pada paru, pulang, jantung dan infeksi pembuluh darah serta seringkali telah resisten terhadap antibiotika.
-          Bakteri gram negatif: Enterobacteriacae, contohnya Escherichia coli, Proteus, Klebsiella, Enterobacter. Pseudomonas sering sekali ditemukan di air dan penampungan air yang menyebabkan infeksi di saluran pencernaan dan pasien yang dirawat. Bakteri gram negatif ini bertanggung jawab sekitar setengah dari semua infeksi di rumah sakit.
-          Serratia marcescens, dapat menyebabkan infeksi serius pada luka bekas jahitan, paru, dan peritoneum.
b.      Virus
Virus terutama berisi  asam nukleat (nucleic acid), karenanya harus masuk dalam sel hidup untuk diproduksi.
Virus lain yang sering menyebabkan infeksi nosokomial adalah cytomegalovirus, Ebola, influenza virus, herpes simplex virus, dan varicella-zoster virus, juga dapat ditularkan.
c.       Fungi
Fungi  terdiri dari ragi dan jamur
d.      Parasit
Parasit hidup dalam organisme hidup lain, termasuk kelompok parasit adalah protozoa, cacing dan arthropoda.

6.      MACAM PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH INFEKSI NOSOKOMIAL
Infeksi nosokomial dapat menyebabkan berbagai macam penyakit tambahan, yaitu seperti:
a.       Infeksi saluran kemih
Infeksi ini merupakan kejadian tersering, infeksinya dihubungkan dengan penggunaan kateter urin yang dapat menyebabkan terjadinya bakteremia dan mengakibatkan kematian. Infeksi yang terjadi lebih awal lebih disebabkan karena mikroorganisme endogen, sedangkan infeksi yang terjadi setelah beberapa waktu yang lama biasanya karena mikroorganisme eksogen.
b.      Pneumonia Nosokomial
Pneumonia nosokomial dapat muncul, terutama pasien yang menggunakan ventilator, tindakan trakeostomi, intubasi, pemasangan NGT, dan terapi inhalasi.
c.       Bakteremi Nosokomial
Infeksi ini berisiko tinggi. Karena dapat menyebabkan kematian. Terutama disebabkan oleh bakteri yang resistan antibiotika seperti Staphylococcus dan Candida.
d.      Tuberkulosis
Penyebabnya karena adanya strain bakteri yang multi- drugs resisten. Yang dapat dicegah dengan identifikasi yang baik, isolasi, dan pengobatan serta tekanan negatif dalam ruangan.
e.       Diarrhea dan gastroenteritis
f.       Infeksi pembuluh darah
Penyebarannya melalui infus, kateter jantung dan suntikan.
Infeksi ini dibagi menjadi dua kategori utama:
-          Infeksi pembuluh darah primer, muncul tanpa adanya tanda infeksi sebelumnya, dan berbeda dengan organisme yang ditemukan dibagian tubuhnya yang lain.
-           Infeksi sekunder, muncul sebagai akibat dari infeksi dari organisme yang sama dari sisi tubuh yang lain.

7.      PENCEGAHAN TERJADINYA INFEKSI NOSOKOMIAL
Pencegahan dari infeksi nosokomial ini diperlukan suatu rencana yang terintegrasi, monitoring dan program yang termasuk:
a.       Membatasi transmisi organisme dari atau antar pasien dengan cara mencuci tangan dan penggunaan sarung tangan, tindakan septik dan aseptik, sterilisasi dan disinfektan.
b.      Mengontrol resiko penularan dari lingkungan.
c.       Melindungi pasien dengan penggunaan antibiotika yang adekuat, nutrisi yang cukup, dan vaksinasi.
d.      Membatasi resiko infeksi endogen dengan meminimalkan prosedur invasif.
e.       Pengawasan infeksi, identifikasi penyakit dan mengontrol penyebarannya.


8.      Prosedur Pelaksaan Penanggulangan Infeksi Nosokomial

a.      Cuci Tangan
Tehnik mencuci tangan yang baik merupakan satu-satunya cara yang paling penting untuk mengurangi penyebaran infeksi.Dengan cara menggosok tangan dengan sabun atau deterjen dan air kuat kuat selama 15 detik dan dibilas baik baik sebelum dan sesudah memeriksa penderita,sudah cukup .Namun bila selama merawat penderita,tangan terkena darah,sekresi luka,bahan bernanah,atau bahan yang lain yang di curigai maka harus di cuci selama 2 sampai 3 menit dengan menggunakan bahan  cuci antiseptic.
b.      Asepsis
Asepsis adalah penghinderaan atau pencegahan penularan dengan cara meniadakan mikroorganisme yang secara potensial berbahaya.Tujuan asepsis ialah mencegah atau membatasi infeksi.di rumah sakit digunakan 2 konsep asepsis yaitu asepsis medis dan bedah.Asepsis Medis meliputi segala praktek yang di gunakan untuk menjaga agar para petugas medis,penderita dan lingkungan terhindar dari penyebab infeksi,seperti cuci tangan,sanitasi dn kebersihan lingkungan rumah sakit itu hanyalah beberapa contok asepsis medis.Asepsis Bedah meliputi cara kerja yang mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam luka dan jaringan penderita.Maka dari itu dalam asepsis bedah semua alat kesehatan harus berprinsip steril,lingkungan harus bersanitasi,dan juga flora mikroba di udara harus di saring lewat filter berefisiensi tinggi.
c.       Disinfeksi dan Sterilisasi di Rumah Sakit
Banyak rumah sakit mempunyai pusat penyediaan yaitu tempat kebanyakan peralatan dan suplai dibersihkan serta di sterilkan.Hasil proses ini di monitor oleh laboratorium.mikrobiologi secara teratur.Kecenderungan rumah sakit untuk menggunakan alat alat serta bahan yang di jual dalam  keadaan steril dan sekali pakai.karena dapat mempersingkat waktu tanpa harus mensterilkan alat,tetapi juga dapat mengurangi pemindah sebaran patogen melalui infeksi silang.

d.      Sanitasi Lingkungan Rumah Sakit
Tujuan sanitasi lingkungan adalah membunuh atau menyingkirkan pencemaran atau mikroba dari permukaan.Untuk mengevaluasi prosedur dan cara-cara untuk mengurangi pencemaran,dilakukan pengambilan contoh mikroorganisme sewaktu-waktu dari permukaan lantai.

e.       Pengawasan Infeksi
Ialah pengamatan dan pengawasan serta pencatatan secara sistematik terjadinya penyakit menular,ini merupakan dasar bagi usaha pengendalian aktif.Identisifikasi dan evaluasi masalah-masalah infeksi nosokomial dan pengembangan serta penilaian pengendalian efektif hanya dapat dicapai denagn adanya pengawasan teratur terhadap infeksi-infeksi semacam itu pada penderita.

d.      Pengawasan Penderita atau Pasien
Pengawasan infeksi penderita di mulai ketika masuk rumah sakit dengan menyertakan kartu data infeksi di dalam catatan medis penderita.Data yang di kumpulkan setiap hari mengenai biakan dari laboratorium mikrobiologi serta dari hasil inspeksi laboratoris dan klinis di catat pada setiap kartu data infeksi setiap penderita.

e.       Pengawasan Pekerja Rumah Sakit
Pemeriksaan fisik harus merupakan persyaratan bagi  semua petugas rumah sakit,dan catatan imunisasi harus diperiksa.Bila tidak tercatat,maka imunisasi terhadap penyakit polio,tetanus,difteri,dan campak harus di isyaratkan.Petugas yang menunjukkan hasil positif pada uji tuberculin harus diperiksa dengan sinar x di bagian dada untuk menentukan kemungkinan adanya tuberculosis aktif.

f.       Pengawasan Lingkungan Rumah Sakit
Bila perawat pengendalian infeksi menemukan satu atau lebih kasus infeksi baru,maka mungkin diperlukan banyak biakan dari penderita,petugas dan lingkungan untuk menemukan sumber patogen dan lalu meniadakanya.

9.      TIPE INFEKSI
a.       Kolonisasi
Merupakan suatu proses dimana benih mikroorganisme menjadi flora yang menetap/flora residen. Mikroorganisme bisa tumbuh dan berkembang biak tetapi tidak dapat menimbulkan penyakit. Infeksi terjadi ketika mikroorganisme yang menetap tadi sukses menginvasi/menyerang bagian tubuh host/manusia yang sistem pertahanannya tidak efektif dan patogen menyebabkan kerusakan jaringan.
b.      Infeksi local merupakan spesifik dan terbatas pada bagain tubuh dimana mikroorganisme tinggal.
c.       Infeksi sistemik : terjadi bila mikroorganisme menyebar ke bagian tubuh yang lain dan menimbulkan kerusakan.  
d.      Bakterimia  : terjadi ketika dalam darah ditemukan adanya bakteri
e.       Septikemia : multiplikasi bakteri dalam darah sebagai hasil dari infeksi sistemik
f.       Infeksi akut  : infeksi yang muncul dalam waktu singkat
g.      Infeksi kronik      : infeksi yang terjadi secara lambat dalam periode yang lama (dalam hitungan bulan sampai tahun)

10.  RANTAI INFEKSI
Proses terjadinya infeksi seperti rantai yang saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi, yaitu agen infeksi, reservoir, portal of exit, cara penularan, portal of entry dan host atau pejamu yang rentan.
a.       Agen Infeksi
b.      Host/ Pejamu
c.       Portal de Entry
d.      Cara Penularan
e.       Portal de Exit
f.       Reservoir 



11.  PROSES INFEKSI
a.       Periode inkubasi
Interval antara masuknya patogen ke dalam tubuh dan munculnya gejala pertama.
Contoh: flu 1-3 hari, campak 2-3 minggu, mumps/gondongan 18 hari
b.      Tahap prodromal
Interval dari awitan tanda dan gejala nonspesifik (malaise, demam ringan, keletihan) sampai gejala yang spesifik.  Mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak dan klien lebih mampu menyebarkan penyakit ke orang lain.
c.       Tahap sakit
Klien memanifestasikan tanda dan gejala yang spesifik terhadap jenis infeksi. Contoh: demam dimanifestasikan dengan sakit tenggorokan, mumps dimanifestasikan dengan sakit telinga, demam tinggi, pembengkakan kelenjar parotid dan saliva.
d.      Pemulihan
Interval saat munculnya gejala akut infeksi  ( lama penyembuhan tergantung beratnya infeksi & kesehatan klien )

12.  KERUGIAN  YANG DITIMBULKAN DARI INFEKSI NOSOKOMIAL,
Kerugian yang dapat ditimbulkan dari infeksi nosokomial antara lain,
a.        Lama hari perawatan bertambah panjang
b.      penderitaan bertambah
c.       biaya meningkat


MIKROBIOLOGI


PORTOFOLIO
MIKROBIOLOGI






 
















Oleh:
TEGAR GALIE PREHATINI



POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN SUBARAYA
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN TUBAN
Jl. Dr. wahidin Sudiro Husodo No. 2 Tuban
2011/2012

1.     DEFINISI MIKROBIOLOGI
Mikrobiologi adalah ilmu pengetahuan tentang perikehidupan makhluk-makhluk kecil yang hanya kelihatan dengan mikroskop.
Mikrobiologi berasal dari dari kata Yunani yaitu miktos=kecil atau renik, bio=hidup atau kehidupan, dan logos= ilmu atau pikiran.
Jadi Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang melainkan dengan bantuan mikroskop. Organisme yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisme, atau kadang-kadang disebut sebagai mikroba, ataupun jasad renik.
Mikroba berasal dari kata micros= kecil, ba=bio= hidup. Protista (jasad atau organism yang serendah-rendahnya, hanya terdiri dari 1 sel) [Kamus kedok. A. Ramali].


2.     SEJARAH MIKROBIOLOGI

Ilustrasi dari mikroskop yang digunakan oleh Robert Hooke pada tahun 1664. Lensa objektif dipasang di ujung tuas pengatur (G), dengan fokus pada spesimen menggunakan lensa tunggal.

Era Robert Hooke dan Antoni van Leeuwenhoek

Robert Hooke (1635-1703) adalah matematikawan, sejarawan alam, dan ahli mikroskopi asal Inggris. Dalam bukunya yang terkenal, Micrographia (1665), Hooke mengilustrasikan struktur badan buah dari suatu jenis kapang. Ini adalah deskripsi pertama tentang mikroorganisme yang dipublikasikan. Wajah Antoni van Leewenhoek diabadikan dalam prangko di Belanda pada tahun 1937.
Orang pertama yang melihat bakteri adalah Antoni van Leeuwenhoek (1632-1723), seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Belanda. Pada tahun 1684, van Leeuwenhoek menggunakan mikroskop yang sangat kecil hasil karyanya sendiri untuk mengamati berbagai mikroorganisme dalam bahan alam. Mikroskop yang digunakan Leeuwenhoek kala itu berupa kaca pembesar tunggal berbentuk bikonveks dengan spesimen yang diletakkan di antara sudut apertura kecil pada penahan logam. Alat itu dipegang dekat dengan mata dan objek yang ada di sisi lain lensa disesuaikan untuk mendapatkan fokus. Dengan alat itulah, Leewenhoek mendapatkan kontras yang sesuai antara bakteri yang mengambang dengan latar belakang sehingga dapat dilihat dan dibedakan dengan jelas. Beliau menemukan bakteri di tahun 1676 saat mempelajari infusi lada dan air (pepper-water infusion). Van Leeuwenhoek melaporkan temuannya itu lewat surat pada Royal Society of London, yang dipublikasikan dalam bahasa Inggris pada tahun 1684. Ilustrasi van Leewenhoek tentang mikroorganisme temuannya dikenal dengan nama "wee animalcules".
Teori Generasi Spontan

Teori Generasi spontan menyatakan bahwa jasad hidup muncul secara spontan dari bahan organik non hidup. Teori Generasi spontan dikenal dengan teori abiogenesis.


Era Pasteur ( Teori Biogenesis )

Bertahun-tahun setelahnya, banyak observasi lain yang menegaskan hasil pengamatan van Leeuwenhoek, namun peningkatan tentang pemahaman sifat dan keuntungan mikroorganisme berjalan sangat lambat sampai 150 tahun berikutnya. Baru di abad ke 19, yaitu setelah produksi mikroskop meningkat pesat, barulah keingintahuan manusia akan mikroorganisme mulai berkembang lagi. Louis Pasteur dikenal luas karena teori Generatio Spontanea, organisme hidup berasal dari organisme hidup juga. Percobaan Pasteur menggunakan kaldu yang disterilkan dan labu leher angsa membuktikan tentang adanya mikroorganisme.

Era Robert Koch

Sejak abad ke-16, telah diketahui bahwa ada suatu agen penyebab penyakit yang dapat menularkan penyakit. Setelah penemuannya, dipercaya bahwa mikroorganisme adalah agen yang dimaksud, namun belum ada pernah ada bukti. Robert Koch (1842-1910), seorang dokter berkebangsaan Jerman adalah orang pertama yang menemukan konsep hubungan antara penyakit menular dan mikroorganisme dengan menyertakan bukti eksperimental. Konsep yang dikemukan oleh Koch dikenal sebagai Postulat Koch dan kini menjadi standar emas penentuan penyakit menular.

Era Mikrobiologi Umum

Mikrobiologi umum merujuk pada aspek mikrobiologi non medis. Dua raksasa yang dikenal pada era ini adalah Beijerinck dan Winogradsky. Keduanya memulai aspek mikrobiologi lingkungan

Martinus Beijerinck dan Teknik Kultur Pengkayaan

Martinus Beijerinck (1851-1931) adalah profesor berkebangsaan Belanda yang berkontribusi besar terhadap teknik kultur pengkayaan. Pada teknik ini, mikroorganisme diisolasi dari alam dan ditumbuhkan di laboratorium dengan memanipulasi nutrisi dan kondisi inkubasinya. Dengan menggunakan teknik ini, Beijerinck berhasil mengisolasi kultur murni berbagai mikroorganisme air dan tanah untuk pertama kalinya.

Sergei Winogradsky dan Konsep Kemolitotrofi

Pekerjaan Sergei Winogradsky (1856-1953), asal Rusia, mirip dengan yang dilakukan Beijerinck, namun beliau mendalami bakteri yang terlibat dalam siklus nitrogen dan siklus sulfur. Konsep kemolitotrofi yang dicetuskannya berkaitan dengan adanya hubungan antara oksidasi senyawa anorganik dengan konservasi energi. Dengan menggunakan teknik pengkayaan, Winogradsky berhasil mengisioalsi bakteri pengikat nitrogen, Clostridium pasteurianum yang bersifat anaerob, dan sebagai cikal bakal konsep fiksasi nitrogen.

 Konflik tentang  Generasi Spontan

                               a.            Usulan konsep generasi spontan meyakini bahwa organisme hidup dapat berkembang dari materi tidak hidup atau dekomposisi.
    1. Francesco Redi (1626-1697) membantah konsep generasi spontan dengan menunjukkan bahwa belatung pada daging busuk berasal dari telur lalat yang meletakkan telur pada daging tersebut, bukan dari daging itu sendiri..
    2. John Needham (1713-1781) mendukung teori generasi spontan dengan menunjukkan bahwa kaldu yang dipanaskan dalam labu dan kemudian ditutup masih dapat memunculkan mikroorganisme.
    3. Lazzaro Spallanzani (1729-1799) menunjukkan bahwa labu yang ditutup dan kemudian dididihkan tidak ada mikroorganisme yang tumbuh, dan menyatakan bahwa udara yang masuk ke labu medium membawa benih, dan udara mungkin diperlukan untuk mendukung pertumbuhan organisme yang sudah ada di medium.
    4. Louis Pasteur (1822-1895) menjebak organisme yang terbawa udara dalam kapas, dia juga memanaskan leher labu angsa, mensteril meida, membiarkan labu terbuka; hasil percobaan menunjukkan tidak ada pertumbuhan organisme sebab partikel debu yang membawa organisme tidak mencapai medium; namun debu terjebak dalam leher labu; jika leher labu dipecah, debu akan mencapai medium dan organisme akan tumbuh; dengan cara ini, Pasteur telah mematahkan teori generasi spontan.
    5. John Tyndall (1820-1893) menunjukkan bahwa debu membawa mikroba dan jika debu tidak ada, medium tetap steril, bahkan jika medium terdedah udara. Tydall juga memberikan bukti keberadaan bakteri yang resisten panas.

 Mikroorganisme sebagai agen penyakit
                            A.            Pengenalan hubungan antara mikroorganisme dan penyakit
      1. Agostino Bassi (1773-1856) menunjukkan bahwa penyakit ulat sutra disebabkan jamur
      2. M. J. Berkeley (± 1845) menunjukkan bahwa penyakit kentang (the Great Potato Blight) Irlandian disebabkan oleh jamur.
      3. Louis Pasteur menunjukkan bahwa penyakit (péine) ulat sutra disebabkan oleh parasit protozoa.
      4. Joseph Lister (1872-1912) menunjukkan suatu sistem pembedahan yang dirancang untuk mencegah mikroorganisme menginfeksi luka bedah, sehingga pasiensi jauh lebih sedikit yang terinfeksi pascaoperasi;  Lister memberikan bukti tidak langsung bahwa mikroorganisme adalah agen penyebab penyakit manusia.
      5. Robert Koch (1843-1910), yang menggunakan kritetia yang dikembangkan oleh gurunya, Jacob Henle (1809-1895), dapat menjelaskan hubungan antara Bacillus anthracis and anthrax; kriterianya dikenal sebagai postulat Koch dan masih digunakan untuk menjelaskan hubungan antara mikroorganisme tertentu dengan penyakit tertentu.:
        • Mikroorganisme harus ada di setiap kasus penyakit tetapi tidak ada pada individu sehat
        • Mikroorganisme yang dicurigai (suspected) harus dapat diisolasi dan ditumbuhkan dalam kultur murni
        • Penyakit yang sama harus timbul jika mikroorganisme hasil isolasi diinokulasi tersebut pada individu sehat.
        • Mikroorganisme yang sama harus ditemukan lagi dari individu yang sakit tersebut
      6. Kerja Koch dikorfirmasi secara independen oleh Pasteur.
    1. Perkembangan teknik untuk mempelajari patogen-patogen (mikroba)
      1. Koch dan kawan-kawan mengembangkan teknik, reagen, dan materi lain untuk mengkultur patogen bakteri pada media padat pertumbuhan, dengan demikian mikrobiologis dapat mengisolasi mikroba untuk mendapatkan kultur murni (tunggal).
      2. Charles Chamberland [1851-1908] membuat filter (saringan) bakteri untuk menapis bakteri dan mikroba yang lebih besar dari spesimen; melalui teknik ini juga memungkinkan ditemukannya virus sebagai agen penyebab penyakit.
    2. Kajian Imunologis
      1. Edward Jenner [±1798] menggunakan prosedur vaksinasi untuk melindungi individu dari penyakit cacar (smallpox)
      2. Louis Pasteur mengembangkan vaksin lain untuk penyakit kolera ayam, antraks, dan rabies.
      3. Emil von Behring (1854-1917) and Shibasaburo Kitasato (1852-1931) menginduksi pembentuk antitoksin toksin diptera pada kelinci; antitoksin digunakan secara efektif untuk mengobati manusia dan memberikan bukti imunitas humoral.
      4. Elie Metchnikoff (1845-1916) menunjukkan keberadaan sel fagositik dalam darah, yang menunjukkan imunitas dimediasi sel

Industrial Microbiology and Microbial Ecology
·         Louis Pasteur menunjukkan bahwa fermentasi adalah hasil aktivitas mikroba, pada beberapa organisme dapat menurunkan hasil alkohol, dan beberapa fermentasi adalah aerobik dan aerobik; Pasteur juga mengembangkan proses pasteurisasi untuk mengawetkan anggur selama penyimpanan.
·         Sergei Winogradsky (1856-1953) yang bekerja dengan bakteri tanah menemukan bahwa bakteri tanah dapat oksidasi besi, belerang, dan amonia untuk mendapatkan energi; Winogradsky juga mengkaji fiksasi nitrogen anaerobik dan dekomposisi selulosa.
·         Martinus Beijerinck (1851-1931) mengisolasi bakteri pengikat nitrogen aerobik, suatu bakteri bintil akar yang mampu menambat nitrogen, and bakteri pereduksi sulfat.
·         Beijerinck and Winogradsky memperkenalkan pertama kali penggunaan kultur yang diperkaya dan media selektif.

Mikrobiologi Modern


Seorang pekerja di laboratorium sedang mengamati pertumbuhan bakteri pada cawan petri
Memasuki abad ke-20, mulai berkembang dua cabang mikrobiologi yang masih saling berhubungan: mikrobiologi dasar (basic) dan mikrobiologi teraplikasi (applied). Mikrobiologi dasar mengacu pada penemuan-penemuan baru di bidang ini. Sedangkan mikrobiologi teraplikasi mengacu pada aspek pemecahan masalah (problem solving) yang berhubungan dengan bidang ini. Sejak ditemukannya konsep tentang DNA maka bidang mikrobiologi pun memasuki era molekuler. Keberhasilan sekuensing DNA berhasil mengungkap hubungan filogenetik (evolusi) di antara berbagai jenis bakteri.

3.     ANGGOTA DUNIA MIKROBA
Jenis mikroba pada umumnya dibagi dua yakni:
                                   a.            Yang termasuk golongan tumbuh-tumbuhan
                                  b.            Yang termasuk golongan hewan
Namun kemudian diketahui ada golongan mikroba yang menyebabkan infeksi tidak termasuk kedua jenis golongan diatas, yakni Rickettsia dan Virus.
Mikroba yang termasuk golongan tumbuh-tumbuihan adalah:
-          Bakteri yang bersifat sel tunggal, ukuran rata-rata 0,5 samapai beberapa micron.
-          Jamur yang bersifat sel banyak, disebut juga dengan kapang.
-          Jamur bakteri bisa terlihat sebagai makhluk bersel banyak tapi juga dapat berupa sel tunggal, bila bersifat sel tunggal berwujud bakteri.
Mikroba yang termasuk golongan hewan
-          Prozoa umumnya bersifat sel tunggal, lebih besar sampai beberapa puluh micron
-          Rickettsia berukuran 200 sampai 300 milimikron
-          Virus lebih kecil dari Rickettsia, diantaranya ada yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa tapi dengan menggunakan mikroskop elektron. Yang sudah diketahui ukurannya dari 10-150 milikikron.
Kebiasaan hidup mikroba pada umumnya di air dan tanah, tapi ada beberapa spesies tumbuh dalam zat-zat anorganik dan karenanya tidak tergantung kepada zat dari tempat ia hidup yang disebut autotrifik. Dan ada yang hidup pada zat-zat organik yang tlah mati yang disebut saprofit.
Ada juga mikroba yang digolongkan menurut tergantungnya pada tempat hidupnya, yaitu
-          Simbiosis yaitu hidup bersama antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak
-          Komensalisme, yaitu makhluk hidup yang hidup pada makhluk hidup yang lain, tapi tidak merusak makhluk hidup yang ditumpanginya.
-          Parasitisme, yang disebut juga patogenik atau yang dapat menimbulkan sakit pada tuan rumah
Anggota dunia mikroba:
o   Prokariot mempunyai morfologi relatif sederhana dan tidak mempunyai membran nukleus
o   Eukariot mempunyai morfologi kompleks dan membran nukleus
o   Pada skema klasifikasi digunakan yang secara umum, organisme dibagi menjadi lima kingdom: Monera atau Prokarot, Protista, Fungi, Hewan dan Tumbuhan; Kajian ahli mikrobiologi terutama pada anggota tiga kingdom pertama dan juga virus, yang tidak diklasifikasi sebagai organisme hidup.
o   Sekarang ini, skema klasifikasi yang terdiri dari tiga domain (Bakteri, Archaea, dan Eukaria) telah diterima secara luas.

4.     RELAVAN DAN CAKUPAN MIKROBIOLOGI
Mikroorganisme adalah organisme hidup yang pertama kali di planet bumi, hidup di mana pun selama kehidupan memungkinkan, lebih banyak dibandingkan organisme lain, dan mungkin penyusun terbesar komponen biomasa bumi.
Seluruh ekosistem tergantung pada aktivitas mikroorganisme, dan mikroorganisme mempengaruhi masyarakat manusia.
Mikrobiologi mempunyai imbas terhadap banyak bidang di antaranya kedokteran, pertanian, ilmu pangan, ekologi, genetika, biokimia, dan biologi molekuler.
Mikrobiologiwan dapat mendalami tipe organisme spesifik:
1.       Virologiwan-viruses
2.       Bakteriologiwan-bacteria
3.       Phycologiwan atauAlgologiwan-algae
4.       Mikrologiwan-jamur
5.       Protozoologiwan-protozoa

Mikrobiologiwan mungkin tertarik pada berbagai karakter dan aktivitas mikroorganisme:
1.       Morfologi Mikroba
2.       Sitologi Mikroba
3.       Fisiologi Mikroba
4.       Ekologi Mikroba
5.       Genetika dan Biologi Molekuler  Mikroba
6.       Taksonomi Mikroba


Mikrobiologiwan dapat mengfokuskan pada aplikasi mikroorganisme:
1.       Mikrobiologi Kedokteran, termasuk imunologi
2.       Mikrobiologi Pangan
3.      Mikrobiologi Kesehatan Masyarakat
4.      Mikrobiologi Pertanian
5.      Mikrobiologi Industri

5.     MIKROBIOLOGI DI MASA DEPAN
Mikrobiologi telah dan akan terus berpengaruh terhadap masyarakat.
a.       Ahli mikrobiologi di masa depan akan::
-          Mencoba untuk memahami secara lebih baik dan mengendalikan penyakit yang telah ada, yang muncul, dan muncul kembali.
-          Mengkaji ketekaitan antara agen infeksi dengan penyakit kronis.
-          Mempelajari lebih mendalam tentang pertahanan inang dan interaksi inang-patogen.
-          Mengembangkan aplikasi baru mikroba dalam bidang industri, pertanian, dan pengendalian lingkungan
-          Masih mengungkap banyak mikroba yang belum dapat diidentifikasi dan dikultivasi
-          Mencoba memahami secara lebih baik bagaimana mikroba berinteraksi dan berkomunikasi
-          Menganalisis dan menafsirkan data yang terus meningkat dari kajian genom
-          Melanjutkan penggunaan mikroba sebagai sistem model untuk menjawab pernyataan fundamental dalam bidang biologi
-          Memperkirakan dan mengkomunikasikan dampak potensial penemuan dan teknologi baru terhadap masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

D. Dwidjoeputro Prof. Dr. “DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI”, Penerbit Djambatan, 1981.
Adam Syamsunir. “DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI PARASITOLOGI UNTUK PERAWAT”, Penerbit Buku Kedokteran (EGC), 1992